Daftar
Isi
Kata Pengantar………………………………………………………..……………7
Daftar isi…………………………………………………………………………………4
Bab I
Tujuan Pembelajaran Akomodasi dan Restaurant…………………………8
Istilah Pariwisata menurut UU RI No.10 Tahun 2009……………………………8
DampakUsaha Pariwisata……………………………………………………9
Dampak positif usaha kepariwisataan………………………………………9
Dampak negatif usaha kepariwisataan……………………………………10
Sapta Pesona…………………………………………………………………10
DefinisiHotel&Akomodasi………………………………………………………11
KarakteristikBisnisPerhotelan…………………………………………11
Faktoryangmempengaruhiklasifikasihotel………………………………..…12
Bentuk Akomodasi…………………………………………………….…13
STRUKTURORGANISASIHOTEL…………………………………………14
Bab II
Management perhotelan……………………….…………………………………15
Kantor Depan (Front
Office)………………..….………………………………16
ROOM Reservation………………………………………………………………17
Sumber pemesanan kamar…………………..…………………………18
Kategori Pemesanan
Kamar…………………………………………………18
RECEPTION…………………………………………..………………19
HANDLING GROUP ARRIVAL……………………………………20
Housekeeping Department……………………………..………22
Section di departemen HK………………………………..………23
Industry stories…………………………………………………………24
F&B Service
Jenis dan Karakteristik Restoran…………………………………………24
PersyaratandanPenampilan Restoran di Hotel SK
Menparpostel No. KM.37/PW.304/MPPT-86 tgl 7 Juni 1986 dg persyaratan berikut....26
Human Resources
Department……………………………………………27
Accounting Department………………………………………………………29
Pemasaran……………………………………………………………30;
Konsep Pemasaran Hotel…………………………………………31
PEMASARAN
DAN PENJUALAN Materi Kompetensi…………………32
Gambar. 9.1. Kategori Tugas Dalam Organisasi……………………………..37
Gambar 9.2 dan Gambar 93…………………………………………38
Gambar 9.4…………………………………………………39
Gambar 9.5……………………………………………………………41
InformationTechnology………………………………………………….…43
EngineeringDepartment……………………………………45
Bab III
Minor Department……………………………………………….…46
Business Center ………………………………………………………46
Sport Center & Swimming Pool………………………………47
Arcades…………………………………………………………..……48
Florist & Parcel ……………………………………………………………48
Drugstore …………………………………………………..……………49
Bab IV
In House Clinic & Dokter On
Call …………………………………………50
Balai Pustaka……………………………………………………………………52
Kata Pengantar
Syukur Alhamdulillah atas kurnianya
buku ini dapat selesai .walaupun masih banyak kekurangannya ,semoga buku yang
berjudul Pengantar Akomodasi & Restaurant ini dapat membantu para mahasiswa
dan para pembaca untuk mengetahui tentang bagaimana jenis akomodasi dan
restaurant yang ada di hotel dan di restaurant pada umumnya dengan teori masing-masing setiap department dan fasilitas
lainnya yang menunjang dalam perusahaan industri perhotolen yang akan ada perubahan setiap saat sesuai dengan
perkembangan dunia pariwisata .Kami mengharap agar buku ini dapat berguna dan
bermamfaat untuk mengetahui keadaan mengenai
akomodasi dan restaurant ,kami mohon masukkan serta saran dari para
praktisi perhotelan .terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Disusun oleh,
Istan Harro
Praktisi
perhotelan
Pengantar Akomodasi dan Restoran
Bab I
PENGANTAR AKOMODASI & RESTORAN
Tujuan Pembelajaran Akomodasi dan Restoran:
1. Mengenal Industri
Kepariwisataan berdasarkan Undang-2 yang berlaku
2. Mengenal Ruang Lingkup
Kegiatan Usaha Akomodasi dan Restoran (Hospitality Business)
3. Memahami Struktur
Organisasi dan Tanggung-jawab departemen yang ada di Hotel dan Restoran
4. Memahami Kerjasama Antar
Departemen di Hotel dan Restoran
5. Mengenal fungsi
Operasional seluruh departemen yang ada di Hotel dan Restoran
Istilah Pariwisata menurut
UU RI No.10 Tahun 2009 ttg Kepariwisataan
1. Wisata = kegiatan perjalanan sukarela, bersifat
sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata;
2. Wisatawan = orang yang melakukan kegiatan
wisata;
3. Pariwisata = berhubungan dengan wisata,
termasuk objek dan daya
tarik wisata serta usaha terkait.
4. Kepariwisataan =
berhubungan penyelenggaraan pariwisata;
5. Usaha Pariwisata = kegiatan jasa pariwisata,
penyediaan atau pengusahaan objek dan daya tarik wisata, usaha
sarana pariwisata dan usaha terkait;
6. Objek & Daya Tarik Wisata = sasaran
wisata;
7. Kawasan Pariwisata = kawasan yang
dibangun/disediakan u/ memenuhi kebutuhan pariwisata;
Modal Dasar Pembangunan
Sektor Pariwisata
Beberapa keunikan
a. keragaman
dan keindahan alam;
b. keragaman
suku dan adat istiadat;
c. keragaman
seni dan hasil kerajinan rakyat, dsb.
Memiliki sumber daya:
a. Luas
Wilayah dan Letak Strategis
b. Sumber Daya Alam
c. Penduduk yang Besar dan
Budaya yang Beragam
d. Stabilitas Keamanan dan
Pencitraan Nasional
Dampak Usaha Pariwisata
Pariwisata merupakan
kebutuhan universal, terutama bagi suatu bangsa yang mampu meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran di bidang ekonomi.
Usaha pariwisata
digolongkan ke dalam kelompok:
•
usaha jasa pariwisata;
•
pengusahaan objek dan daya tarik wisata; dan
•
usaha sarana pariwisata.
Dampak positif
usaha kepariwisataan:
a. meningkatkan pertumbuhan
ekonomi;
b. meningkatkan kesejahteraan
rakyat;
c. menghapus kemiskinan;
d. mengatasi pengangguran;
e. melestarikan
alam, lingkungan, dan sumber daya;
f. memajukan kebudayaan;
g. mengangkat citra bangsa;
h. memupuk rasa cinta tanah
air;
i. memperkukuh jati diri dan
kesatuan bangsa; dan
j. mempererat persahabatan
antarbangsa.
Dampak negatif usaha
kepariwisataan:
a. Ekonomi;
harga barang & jasa pelayanan naik
b. Sosbud;
Ø Penduduk mengikuti pola hidup wisatawan yang
tidak
sesuai dengan budaya dan kepribadian
bangsa.
Ø Perilaku tidak
bertanggung jawab mis: pemerasan,
perjudian, prostitusi, pencurian,
pengedaran barang
barang terlarang, penipuan dsb.
c. Pengrusakan lingkungan, baik karena
pembangunan
maupun pengunjung/orang yang tidak
bertanggung jawab.
Sapta Pesona
Pencetus Soesilo
Sudarman (Menparpostel). “Visit
Indonesia Year (VIY) 1991”.
Sapta Pesona:
Konsep
partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang
kondusif pengembangan kepariwisataan.
Unsur-unsur
Sapta Pesona:
keamanan, ketertiban, kebersihan,
kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan.
Prosesnya
melalui kampanye sadar wisata, penyuluhan, seminar, dll.
Definisi Hotel &
Akomodasi
American Hotel and Motel
Association (AHMA):
A hotel may be defined as an establishment whose primary
business is providing lodging facilities for the general public and which
furnishes one or more of the following services: food and beverage service,
room attendant service, uniformed service Laundering of linens and use of
furniture and fixtures. Hotel yang dapat didefinisikan
sebagai sebuah pendirian bisnis utama yang menyediakan fasilitas penginapan
untuk masyarakat umum dan yang satunya satu atau lebih dari layanan-layanan
berikut: pelayanan makanan dan minuman, petugas layanan berseragam, pencucian
uang linen dan menggunakan furnitur dan perlengkapan.
SK Menparpostel No. KM
37/PW.340/MPPT-86 : hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan
sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan
minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.
Hotel Stories
Hotel & akomodasi lain
berasal dari kata” Inn” yaitu
usaha menyewakan sebagian dari rumahnya kepada orang lain, atau”lodge” yaitu penyediaan tempat istirahat bagi
mereka yang melakukan perjalanan.
1129 tercatat adanya inn di Canterburry Inggris,
sedang kan di Amerika Serikat inn tertua dibangun pada tahun 1607.
Berkembang pada
Revolusi Industri di Inggris (1750-1790)
1794 di Kota New York
dibangun City Hotel (73 kamar).
The Tremont House (1829) cikal bakal Perhotelan
modern.
Hotel2 Ellswort MStatler
menjadi contoh pembangunan konstruksi hotel-hotel di seluruh dunia.
Sebelum 1945:
Des Indes Jkt, Savoy Homann Bdg, Bali Beach.
Sesudah 1945:
Hotel Indonesia, Bali Beach, Samudra Beach, dan Ambarukmo Palace (BUMN).
Tremont House
1830
Karakteristik
Bisnis Perhotelan
4 karakteristik
khusus, yaitu:
‐ tangible, intangible, perishable, &
nonperishable. nyata, tidak
berwujud, tahan lama dan tidak mudah busuk.
Bisnis hotel
mempunyai tujuan yaitu:
‐ Pendapatan
seoptimal mungkin melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan tamu (guest need
& wants).
‐ Kepuasan
tamu menjadi sasaran pelayanan untuk membentuk citra hotel yang baik dan
sekaligus menjamin keberadaan hotel dalam jangka panjang.
Tipe &
Klasifikasi Hotel
Faktor yang
mempengaruhi klasifikasi hotel
1.
Tingkatan/Bintang
-
bintang 1; min. 15 kmr standar 20 m², kamar mandi di dalam.
-
bintang 2; min. 20 kmr standar 22 m², 1 kmr suite min 44 m².
-
bintang 3; min. 30 kmr standar 24 m², 2 kmr suite 48 m²
-
bintang 4; min. 50 kmr standar 24 m², 3 kmr suite 48 m²
-
bintang 5; min.100 kmr standar 26 m², 4 kmr suite 52 m²
2. Ukuran hotel:
a. Small ; jumlah di bawah 150 kamar
b. Medium ; average = 151-299, above average = 300-600
c. Large ;
jumlah di atas 600 kamar
3. Lokasi ; -
city
- suburb - urban -
airport
- resort (mountaint, beach, lake, hill,
forest)
4.Tujuan Penggunaan; -
pleasure & business
4. Paket Penjualan (hotel
plan usage)
a. European plan; harga/tarif hanya
untuk kamar saja.
b. American plan; harga/tarif kamar berikut
makan
- Full American Plan (FAP), berikut 3
x makan
- Modified American Plan (MAP), 2 x
makan (B’fast plus L/D)
c. Continental Plan; harga/tarif kamar
berikut Continental B’fast
d. Bermuda Plan;
harga/tarif kamar berikut American B’fast
5. Lamanya tamu menginap
a. Transit hotel = tamu singgah untuk satu malam
b. Semi residential
= jangka pendek antara 2 minggu-1 bulan
c. Residential =
menginap lama lebih dari 1 bulan
6. Kegiatan tamu selama
menginap
a. Sport Hotel e. Casino Hotel
b. Tourist Hotel f.
Cure, Spa
c. Pilgrim Hotel g. Fashion
d. Conference & Convention
7. Bentuk Akomodasi
a. Losmen
(hotel melati) & Pondok Wisata; usaha perorangan.
b. Cottage/Inn; bentuk layaknya pondokan/rumah tinggal.
c. Motel; berlantai dua, bagian bawah u/ garasi.
d. Youth Hostel; khusus remaja/anak sekolah.
e. Camping sites/Caravan
f. Marine Hotel/Floating Hotel/ Passenger
Ship/Aquatel/Cruiser
g. Suite Hotel; terpisah kamar tidur, ruang tamu, ‘parlor’,
bahkan
kitchenette mirip
dg apartemen/kondominium.
h. Guest House/Boarding House dikenal dg wisma yg
disewakan.
Jaringan Manajemen Hotel
Nasional & Internasional
STRUKTUR
ORGANISASI HOTEL
STRUKTUR ORGANISASI HOTEL
BESAR
| general mgr executive asst mgr duty mgr accounting of finance director front office mgr housekeeping executive marketing & sales mgr HRD mgr Laundry mgr Engineering mgr Food & Beverage mgr Executive Chef | |||||||
Bab II
MANAGEMENT PERHOTELAN
TERDIRI DARI BEBERAPA
DEPARTMENT:
1.
DEPARTMENT ROOM DIVISION,
A.
HOUSEKEEPING DPT
B.
FRONT OFFICE DPT
C.
LAUNDRY DEPARTMENT
2.
FOOD
& BEVERAGE DIVISION.
A.
FOOD & BEVERAGE SERVICE DPT
B.
FOOD & BEVERAGE PRODUCT DPT
C.
BANQUET SALE
D.
STEWARDING DPT
E.
FOOD & BEVERAGE OFFICE
3.
ACCOUNTING
DEPARTMENT.
A.
F&B CASHIER
B.
FO CASHIER
C.
GENERAL CASHIER
D.
ACCOUNT RECEIVABLE
E.
ACCOUNT PAYABLE
F.
INCOME AUDITOR
G.
COST CONTROL DEPARTMENT
H.
PURCHASING DEPARTMENT
I.
SENIOR ACCOUNTANT
J.
JUNIOR ACCOUNTANT
K.
PAY MASTER
L.
CREDIT MANAGER
M.
BILL COLLECTOR
4. SALES & MARKETING DEPARTMENT
DIKEPALAI OLEH SEORANG MANAGER ATAU SALES & MARKERTING DIRECTOR
DIBANTU STAFF:
SUSUNAN ORGANISASI SALES & MARKETING DEPARTMENT
SBB:
SALES & MARKETING DIRECTOR / SALES & MARKETING MANAGER
ASST SALES &
MARKETING MANAGER
SALES MANAGER
MARKERTING MANAGER
PUBLIC RELATION MANAGER
SALES EXECUTIVE
MARKETING EXECUTIVE
PUBLIC RELATION
EXECUTIVE
STAFF
ENGINEERING
DEPARTMENT.
DIBAWAH PIMPINAN SEORANG CHIEF ENGINEERING:
SUSUNAN ORGANISASI DEPARTMENT ENGINEENING SBB:
CHIEF ENGINEERING
ASST CHIEF ENGINEERING
SUPERVISOR
ENGIN ATTENDENT.
Kantor Depan (Front Office)
Kantor Depan adalah merupakan
jantungnya hotel yang mencerminkan dari kualitas hotel untuk pertama kali bagi
tamu saat memasuki suatu hotel,apabila didepan dinilai sudah baik maka dibagian
belakang begitu juga
”WE DO NOT HAVE A SECOND
CHANCE TO GIVE GOOD IMPRESSION TO OUR GUESTS”
” KAMI TIDAK MEMELIKI KESEMPATAN KEDUA UNTUK MEMBERIKAN KESAN
BAIK KEPADA PARA TAMU “
Tujuan dari kantor depan
hotel adalah:
Meningkatkan tingkat
hunian kamar serta pendapatan hotel dari tahun ke tahun.
ü Meningkatkan
jumlah tamu langganan.
ü
Memenuhi kebutuhan dan kepuasan tamu secara baik, tepat dan cepat kepada tamu.
ü Membentuk citra hotel yang
positif.
Struktur Organisasi Front
Office
FO Staff
pimpinan tertinggi ini
adalah Front Office Manager dibantu Assistant FOM dan Duty Manager
yang membawahi para manager, Chief, Supervisor.
Adapun petugas bawahannya
adalah Executive Lounge Manager, Guest Relation Officer Mgr
Supervisor: Front Desk
Supervisor, Business Center Supervisor, Chief Concierge
Captain/Leader: Airport Representative, Guest Relation
Officer (GRO), Telephone Operator, Bell Captain,
Staff/Crew: Front Desk
Agent (FDA), Reservation Agent, Doorman/girl, Bellman,
ROOM RESERVATION
yaitu pemesanan
kamar yang dilakukan Jauh hari, bertujuan untuk
memperoleh kepastian tamu mendapatkan kamar saat check-in.
Tugas dan tanggung jawab Reservation clerk:
1. Menjawab telpon masuk
sesuai courtesy.
2. Follow-up melalui telpon,
3. Melakukan persetujuan atau
penolakan jika fully booked.
4. Memproses pembatalan
maupun no-show.
5. Melakukan
penawaran kamar dengan harga tertinggi.
6. Menjelaskan
fasilitas yang dimiliki hotel.
7. Melakukan
antisipasi ada saat situasi hotel overbooked.
Sumber pemesanan kamar :
1. Company
2. Travel Agency:
- FIT (Free Individual Traveler),
- GIT
(Group Inclusive Tour)
3. Airline
4. Government Officer
5. Hotel Representative
(airport dispatcher)
6. Hotel Guest
7. Car Rental Company
8. Central Reservation System
9. Individual
Cara Pemesanan: telpon,
surat, telex, fax, email, direct to hotel dll.
Kategori Pemesanan Kamar
1. Confirmed Reservation;
pemesanan kamar yang sudah disetujui pihak hotel dengan
bukti confirmation letter. pembatalan berlaku s.d EA (Expected Arrival)
diberitahukan oleh tamu.
2. Guaranteed Reservation;
pemesanan kamar yang sudah dijamin, pembatalan berlaku s.d
check-in time, jika tidak datang dan tidak memberitahu, dikenakan no-show
charge selama satu malam.
3. Advanced Payment
Reservation;
pemesanan yang sudah disertai uang muka ( advance deposit),
pembatalan berlaku hingga pk. 18.00 dengan syarat minimal tamu sudah membayar
satu malam menginap.
4. Waiting List Reservation;
pemesanan tetapi tidak dijamin memperoleh kamar pada
saat tamu check-in.
RECEPTION :
Receptionist (FDA) adalah petugas yang melayani
para
tamu untuk proses check-in dan check-out.
Tanggung jawab
receptionist:
Memberikan kunci cadangan
bagi tamu
Menyelesaikan
dan mengerjakan perpindahan kamar
Mencatat pesan
bagi tamu, jika tamu sedang keluar kamar
Memberitahukan kepada housekeeping
tentang check-in, check-out, pindah kamar.
Memeriksa reservasi tamu
VIP, FIT (Free Independent Traveler) maupun Group.
Mengecek room rack dan
membuat house account
Memeriksa room discrepancy
bersama dengan housekeeping.
Memasukan data registrasi
ke komputer agar semua outlet dapat memanfaatkan untuk transaksi bill.
Pengelompokkan
tamu :
1.
Rombongan/group; (min. 8 kamar/15 pax)
- instansi, perusahaan, biro perjalanan,
perusahaan penerbangan
2. Perorangan/individu;
walk-in & reservation.
Prosedur penanganan tamu
check-in:
1. Ucapan selamat datang……… .GREETING
AND SMILE
2. Memeriksa reservasi dan
mencarikan kamar sesuai pesan
3. Membantu
regristrasi dengan meminjam identity card.
4. Menanyakan
sistim pembayaran ;- cash, credit card, travel/airline voucher,- company
guarantee letter, atau traveler cheque.
5. Memberikan guest card,
welcome drink card dan kunci kamar
6. Memasukkan data ke arrival
list u/; HK, FB, Operator, Reception, arsip.
HANDLING GROUP ARRIVAL
Tamu rombongan diproses
melalui contract rate, kerja sama
sales & marketing dgn travel agent,
company atau airlines.
Discount rate berdasar volume penjualan (room
nite production),
& complimentary room
u/tour leader.
Prosedur penerimaan tamu
rombongan:
1. Proses Administrasi dan
dokumentasi,
a. Pengiriman reservation disertai group
name list oleh pemesan.
b. Pembuatan Group Reservation Form, untuk
bagian reservation room.
c. Group Rooming List, didistribusikan
kepada;
Tour Leader, Information, Bell Captain, F&B
Dept,
FO Cashier, Telephone Op, Account
Dept Exc. Housekeeper.
2. Proses Persiapan,
a. Reception Shift Leader morning
(Supervisor) ;
- membaca Expected Arrival Today Form, VIP Release, dan
file di
reservation rack.
-
melaksanakan Room Blocking
- menyerahkan dokumen kepada reception clerk.
b.
Reception clerk menyusun amplop (berisi kunci kamar,
meal coupon) di atas tray, dan
diletakan di meja Duty
Manager.
3. Proses penyambutan tamu
rombongan;
a.
Doorman sambut tamu turun bus, bellboy membawa bagasi tamu ke lobby.
b. Duty Manager meminta Guest
Relation Officer (GRO) sambut dan bawa rombongan ke lounge atau restaurant
untuk mendapat welcome drink.
c.
Head Waiter menyiapkan dan waiter membagikan welcome drink.
d.
Duty Manager dan Tour Leader menuju lounge membagikan kunci kamar.
e.
Tour Leader menandatangani master registration card dan menyerahkan
kepada receptionist berikut document of group reservation.
f.
Receptionist melakukan memasukan data proses check-in, kemudian
mengarsip dokumen.
4. Proses Check-out;
Tour leader menemani anggota rombongan
datang ke
FO cashier u/menyelesaikan bill extra
charge
(di luar perjanjian)
Housekeeping Department
House keeping suatu bagian
yang menangani penyiapan kamar tamu dan fasilitas penunjang lain dengan prinsip
indah, rapih, bersih, lengkap dan sehat sehingga tamu merasa aman dan nyaman
berada di dalam hotel.
Jenis penamaan
kamar di hotel :
1. Standard
Room/regular room,
perlengkapan dan fasilitas sesuai
ketetapan hotel. Fasilitas standar seperti;
Bed, bathroom, table, television, telephone, refrigerator, cabinet. Keistimewaan harga paling murah di hotel tsb.
2. Deluxe/superior room,
kondisi setingkat lebih baik dari standard room, dg
perbedaan; letak strategis, posisi menghadap pemandangan, kualitas furniture,
ukuran kamar.
3. Suite room,
memiliki 2 ruang terpisah yaitu kamar tamu dan kamar tidur.
4. Studio room, kamar yang
dilengkapi dengan studio bed.
5. Twin bedded room, kamar
dengan 2 single bed untuk 2 orang.
6. Double bedded room,
kamar dengan 1 bed ukuran queen atau king size.
7. Connecting room, kamar
bersebelahan dihubungkan dengan conecting door.
Status kamar ;
~ Occupied ~
Out-of-order
~ Do not Disturb ~
Lock-out
~ Sleep-out ~
Due-out
~ Vacant & Ready ~
Check-out
~ Check-out ~
Late Check-out
Jenis tempat tidur dan
ukurannya :
~ Single bed ~
Studio bed
~ Double bed ~
Folding bed
~ Twin bed ~
Murphy bed
~ Extra bed ~
Baby crib/baby coat
Struktur
Organisasi Housekeeping
Section
di departemen HK:
1. Floor (room) Section
Room
Attendant (boy/maid); membersihkan,
menata, dan merapikan kamar sehingga meme-
nuhi syarat untuk di huni tamu sesuai dengan
standar yang berlaku.
2. Public Area Section
Houseman; menjaga kebersihan, kerapihan, keindahan dan
kenyamanan seluruh area hotel diluar maupun di dalam gedung.
3. Linen Section
Linen
Attendant; perawatan, pendistribusiaan dan keluar-masuk semua lenan di hotel.
4. Laundry and Dry
Cleaning Section
bagian yg bertanggung jawab atas semua cucian adalah Valet;
petugas yang mengambil cucian dan mengantarkan hasilnya ke kamar tamu.
Kegiatan
Pembersihan Kamar oleh
Room Attendant :
1. Memasuki kamar
2. Membersihkan dan merapikan
tempat tidur.
3. Membersihkan debu di kamar
dan furniture
4. Mengisi dan memenuhi guest
supply dan guest amenities.
5. Membersihkan closet
6. Membersihkan
dan mem-vacum carpet.
7. Mengecek
kembali sebelum meningalkan kamar.
8. Melaporkan ke Floor
Supervisor, selanjutnya ke FO bahwa kamar siap jual.
Industry stories
F&B Service
Tavern sudah ada sejak
1700 SM.
Zaman Mesir Kuno 512 SM
ada tempat makan umum, selanjutnya pengembangan menu oleh Arab Kuno.
Wanita dan
anak-anak menjadi bagian dari kegiatan tavern pada 402 SM.
Herculaneum,
daerah wisata di Naples, pada 70 M, di sepanjang jalan ditemukan snack bar.
Muncul beberapa
rumah makan di London, Paris dll pada tahun 1200.
Coffee House
pertama di Oxford tahun 1650
Restaurant
terkenal milik Monsiour Boulanger (1765) dg nama Champs d’Oiseau, mempromosikan
Bouillon Soup dengan istilah ‘le restaurant divin’ (divine restorative)
= perbaikan yang menakjubkan
Jenis dan
Karakteristik Restoran
1. Formality
Restaurant; pelayanan pribadi, peralatan mewah, jamuan lengkap, ‘show cooking’,
dan harga mahal.
- Fine/Main Dining Room,
Grill Room,
- Cabaret, Suppers Club.
-
Rotisserie, Gourmet, Nite-Club
2. Informal Restaurant;
tamu umum, harga terjangkau, dan utamakan kecepatan pelayanan.
-
Coffee Shop (24 jam), Lobby Lounge, Pool Bar
-
Coffee House, Tavern (Bir & alkohol)
3. Specialties Restaurant;
-
Steak House, Sea Food, Pizza House,
- Delicatessen, Steamboat, Vegetarian.
Jenis dan Karakteristik
Restoran
4. Typical Restaurant;
Western, Continental, Oriental, etc.
5. Type of service;
- Fast Food, Take Away, Delivery,
- Buffet, Drive Inn, Cafeterias,
- Automat Restaurant (vending
machine), etc
6. Location;
- Bistro (pertokoan), Rathskeller
(basement),
- Transit, Canteen
7. Entertain;
- Hard Rock Café, Planet
-
Fashion Café, Sport Café.
Keputusan Menkeu
RI ttg Klasifikasi Restoran dan Rumah Makan
1)
Restoran berkelas:
(a) Restoran Talam Kencana,
(b) Restoran Talam Selaka, dan
(c) Restoran Talam Gangsa.
2)
Restoran Non-talam disebut rumah makan, yaitu restoran yang belum mendapatkan
surat keputusan sebagai klasifikasi Talam.
3)
Rumah Makan terbagi lagi menjadi 3 (tiga) kelas yaitu:
(1) RM Kelas A; (2) RM Kelas B; dan
(3) RM Kelas C.
Kelas tersebut dibedakan menurut
kapasitas meja/kursi tamu, dan jumlah karyawanya.
Persyaratan dan
Penampilan
Restoran di Hotel
SK Menparpostel
No. KM.37/PW.304/MPPT-86
tgl 7 Juni 1986
dg persyaratan berikut :
1. Hotel minimal memiliki 2 restoran
berbeda
2. Luas 1,5 m²/tempat duduk, tinggi
tidak lebih rendah dari
tinggi kamar 2,60 meter.
3. Letak restoran berhubungan langsung
dg dapur.
4. Memiliki sirkulasi udara.
5. Memiliki toilet umum.
6. Memiliki par-stock peralatan 1:3
7. Memiliki fasilitas :
a.
room ; dining room, store room,
receiving area, office,
dance floor / show stage, kitchen area.
b. furniture ; guest table/chairs, side board/stand,
counter.
c. dekorasi ; lantai karpet, dinding wallpaper, curtain,
plafon
F&B Division
Restaurant Organization
Chart
Restaurant Job Description
Restaurant Manager, bertanggungjawab
terhadap seluruh operasional restoran di hotel
Head Waiter, administrasi
dan operasional restoran.
Supervisor, pengawas
operasional restoran
Captain; shift leader /
senior waiter / order taker, bertanggungjawab atas ‘revenue’ restoran dan
complaint tamu.
Waiter, bertanggung-jawab
atas pelayanan dan kepuasan tamu
Food Runner, penghubung
restoran dengan dapur
Bush Boy/girl, penghubung
restoran dengan steward / dishwasher
Restaurant Mise-en-Place
A. Briefing & Grooming
B. Cleaning Restaurant
Area
C. Table and Seating
Arrangement
D. Polishing and
replenishing
1. Silverware
a. Tableware
(Cutleries) : spoon, fork & knife
b. Hollowware :
soup warmer, serving dish, platter
2. Chinaware :
plate, bowl, cup, saucer, under-liner
3. Glassware : stemmed glass & un-stemmed glass
4. Table Accessories
5. Linen
6. Furniture
E. Preparing Side Stand
F. Laying a cover (Table
set-up)
1. Basic Cover,
2. Standard a’la Carte Cover
3. Table d’hote Cover
4. Adjustment Cover
Human Resources Department
Sistem ketenaga kerjaan di
hotel tidak berbeda dengan perusahaan bidang lain, kecuali spesifikasi
pendidikan, standar kompetensi dan kualitas kepribadian.
Kualifikasi HRD staff:
* Kemampuan
mengelola SDM
* Mengenal
operasional hotel
* Paham Undang-undang
Tenaga Kerja No. 13, tahun 2003
Ruang lingkup kegiatan
Perencanaan HRD:
1. merancang jenis-jenis
pekerjaan (Job Design) dan Struktur Organisasi Melalui struktur
organisasi dapat:
a. diperkirakan jumlah karyawan pada
setiap jabatan
b. dipersiapkan analisis jabatan terdiri
dari
- Job Description
- Standard Operating Procedure
- Job Specification
2. melakukan
analisis pekerjaan (Job Analysis)
digunakan sebagai acuan dalam:
a. rekrutmen dan seleksi karyawan
b. penyusunan materi pelatihan karyawan
c. pelaksanaan secara konsisten dapat menghasilkan
produk
(barang/jasa) yang standar.
3. Melaksanakan
Penilaian Kinerja Karyawan
4. Menciptakan
komunikasi untuk meningkatan mutu kerja
Prinsip kerja HRD yaitu
mendapatkan jawaban:
Apa isi
masing-masing pekerjaan?
Berapa banyak
pekerja yang dibutuhkan?
Apa kualifikasi
dari tenaga kerja?
Bagaimana agar
pekerjaan tidak terjadi tumpang tindih?
Bagaimana
menilai kualitas kerja & mengukur performa mereka?
Berapa besar
kompensasi yang akan diberikan?
Apa yang perlu
dilatihkan kepada tenaga kerja yang ada?
Job Description
Mencakup empat elemen
penting sebagai berikut.
Data identifikasi pekerjaan (Job Identification Data),
terdiri dari jabatan pekerja, unit pekerjaan, jabatan dari atasan, grade/tingkat
penggajian.
Rangkuman pekerjaan (Job Summary), terdiri dari
rangkuman pekerjaan yang secara garis besar akan menyebutkan fungsi umum jabatan
tersebut dan tanggung jawabnya.
Tugas dalam pekerjaan (Job Duties), menyebutkan jenis
tugas & tanggung jawab yang berhubungan dengan pekerjaan untuk jabatan
tersebut.
Spesifikasi pekerjaan (Job Specification) yang
menyebutkan spesifikasi standar yang harus dipenuhi oleh tenaga kerja untuk
mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.
Accounting Department
Tugas akuntansi adalah
merekam dan menyimpan seluruh data transaksi keuangan hotel dan mengolah data
transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan (laporan keuangan)
Informasi/laporan keuangan
digunakan untuk melakukan fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan
keputusan bisnis.
Ruang lingkup kegiatan:
1. Mempelajari dan
mengesahkan anggaran
2. Menangani sistim
penggajian seluruh karyawan
3. Mengelola modal perusahaan
4.
Membuat laporan kekayaan, belanja dan keuntungan
perusahaan
5. Uji kelayakan investasi
Organisasi Akuntansi Tamu
1) Kasir Front Office;
-
membina
rekening tamu (guest accounts/ guest ledger),
- mencatat
semua tagihan/pembebanan ke rekening tamu,
- menerima dokumen pendukung rekening tamu dari semua
kasir bar & restoran dan outlet-outlet lainnya,
2) Kasir Bar
& Restaurant;
mencatat dan membuat laporan penjualan harian yang ada di
bar atau restauran, disertai uang dan dokumen pendukung (F & B Order/Voucher)
setiap hari sesuai shift, dilaporkan diserahkan ke kasir pusat (kasir front
office).
Organisasi
Akuntansi Tamu
3) Night Auditor;
melakukan verifikasi, dan
rekonsiliasi atas semua pendapatan/penjualan hotel selama satu hari. Secara
organisasi Night Auditor melapor ke Night Audit Supervisor. Night Audit
Supervisor melapor ke Duty Manager dan Duty Manager melapor ke Front Office
Manager.
4) Bagian Akuntansi-Back Office membina city ledger,
general ledger, dan menyusun laporan keuangan (Neraca dan Perhitungan Laba
Rugi) secara periodik.
Dokumen/Formulir
Akuntansi
Pemasaran;
pemilihan
target pasar, menstimulasi permintaan pasar atas pelayanan dan produk. Termasuk
penjualan, riset, perencanaan, pembuatan dan pelaksanaan strategi, advertensi
atau iklan, publikasi dan promosi penjualan.
Penjualan;
segala
bentuk usaha langsung menjual produk properti sebuah hotel baik melalui kontak
personal, telepon ataupun alat koresponden lainnya.
Ruang Lingkup:
1. Konsep pemasaran &
Orientasi pasar
2. Riset kepuasan pelanggan
3. Perkembangan siklus hidup
produk
4. Peningkatan volume
penjualan
5. Promosi dan komunikasi
Kriteria tenaga penjual:
1. Property/Product
Knowledge.
2. Office Procedures
3. Performance
Standard
4. Salesmanship
Konsep Pemasaran Hotel :
Sebagaimana kita
ketahui bersama bahwa hotel termasuk salah satu bisnis jasa (service).
Sebagai bagian dari bisnis, tentunya hotel juga memerlukan pemasaran. Sebab
tanpa adnya usaha pemasaran bisnis hotel tidak akan dapat tumbuh dan berkembang
serta tidak dapat mempertahankan eksistensinya untuk masa yang akan datang.
Menurut pendapat Prof Denny G. Ritherford
dari Washington State University dalam bukunya yang berjudul Hotel Management dan Operation, pemasaran hotel adalah aktivitas yang
menggunakan strategi dan taktik, yang direncanakan sedemikian rupa untuk
menyampaikan cerita tentang pelayanan yang dapat diberikan suatu hotel, dengan
memberikan rangsangan yang bergairah pada tamu untuk mau memilih pesan yang
disampaikan hotel untuk dibandingkan dengan pilihan lain dari hotel pesaing.
Menurut pendapat
Agus Sulastiyono (2001 : 262) keberhasilan pemasaran hotel tergantung dari 2
(dua) faktor, antara lain : (1) Faktor yang dapat dikendalikan Bauran pemasaran
dapat diubah dengan berbagai cara, misalnya: hotel dapat merubah atau mengganti
media yang digunakan untuk mengiklankan produknya dari menggunakan media
majalah ke media televisi, atau dari radio ke kupon promosi, sedangkan waktu
dan uang merupakan faktor yang sifatnya terbatas.(2). Faktor yang tidak dapat
dikendalikan Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan adalah
kejadian-kejadian diluar jangkauan manajer pemasaran. Faktor ini kadang-kadang
disebut faktor eksternal, yang paling sedikit terdapat 6 (enam) faktor eksternal,
antara lain : (a) Kompetisi ; (b) Regulasi dan legalisasi ; (c) Lingkungan
ekonomi ; (d) Teknologi dan ; (e) Lingkungan ; dan (f) Sosial-budaya
PEMASARAN DAN PENJUALAN Materi Kompetensi
Setelah mempelajari bagian ini, anda diharapkan
mampu :
a. Menjelaskan fungsi bagian pemasaran dan penjualan
b. Membedakan bagan organisasi pemasaran dan penjualan di hotel kecil dan di
hotel besar
c. Menjelaskan karakteristik dari pada produk industri jasa pelayanan
d. Membedakan fokus pekerjaan bagian pemasaran dan penjualan serta menerangkan
manfaatnya
e. Menerangkan pemasaran pembauran dan aplikasinya dalam bidang pekerjaan
pemasaran dan penjualan
f. Menerangkan 6 langkah siklus pembuatan perencanaan pemasaran (marketing
plan)
g.Menjabarkan kriteria karakteristik yang dibutuhkan oleh seorang petugas
penjualan yang berhasil
h.Menerangkan metoda yang dipakai dalam penjualan
i.Menerangkan teknik menjual secara garis besar
9.2 . Fungsi
Pemasaran dan Penjualan
Kegiatan pemasaran saat ini menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting bagi
usaha perhotelan dikarenakan oleh :
1. Tingginya tingkat persaingan sebagai dampak bertambahnya supply kamar hotel
atau restoran dari yang baru beroperasi sedangkan permintaan pasar belum
menunjukankan adanya kenaikan
2. Menurunnya permintaan pasar akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan yang
membuat setiap usaha diharuskan melakukan pengetatan ikat pinggang dan
penghematan pengeluaran secara luar biasa
3. Pelanggan atau pengguna jasa yang semakin kritis dalam memilih fasilitas
hotel yang tengah bersaing dalam harga penjualan kamar dan fasilitas hotel
lainnya seperti ruang pertemuan dan lain sebagainya
Meskipun tidak semua hotel mempunyai bagian pemasaran dan penjualan yang formal
yang banyak tergantung kepada tingkat dan kelas hotelnya, namun setiap
perusahaan pasti mempunyai dan melaksanakan berbagai elemen penting yang
terdapat dalam aktivitas yang terdapat dalam bagian pemasaran dan penjualan
yang bertujuan utama untuk membuat para tamu atau pelanggan baik yang baru maupun
yang lama tertarik untuk kembali menggunakan fasilitas hotel tersebut secara
terus menerus. Marketing suatu Hotel memiliki tujuan dan fungsi dasar sebagai
berikut: Marketing Department suatu Hotel mempunyai tujuan dan fungsi dasar
yang sangat penting dalam membantu Manajemen untuk menginformasikan dan
memasarkan secara teratur dan effective serta effisien kepada public: internal
(dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan
informasi yang jujur-akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga
potential market segments yang diharapkan oleh suatu Hotel akan secara mudah
mengerti akan Hotel tersebut secara umum beserta semua produk, sarana dan
prasarananya dan pelayanannya dengan harapan Citra baik Hotel tersebut akan
muncul dan produk-produknya akan menjadi pilihan potential market segments,
sehingga secara tepat sasaran manajemen Hotel untuk mencapai pasar bisa segera
dicapai dengan baik dan efisien. Untuk itu Marketing Department suatu Hotel
harus selalu menciptakan segala idea-idea baru secara teratur dan terus menerus
tentang inovasi dan produk-produk barunya untuk disampaikan ke potential market
segments secara teratur dan konsisten: misalnya Rooms, Food & Beverage atas
originalitas, keunikan produk termasuk harganya serta keuntungan-keuntungan
lainnya yang ditawarkan sehingga menarik existing dan potential market segments
memutuskan untuk menikmati atau membelinya untuk jangka pendek, menengah dan
jangka panjang.
Sales suatu Hotel memiliki tujuan dan fungsi dasar sebagai berikut: Sales
Department suatu Hotel mempunyai tujuan dan fungsi dasar yang sangat penting
dalam membantu Manajemen untuk menjual seluruh produk yang disediakan suatu
Hotel, hal ini merupakan aktivitas lanjutan dari marketing Department berupa
transaksi-transaksi penjualan secara maksimum sehingga tujuan Manajemen Hotel
untuk mendapatkan penjualan dan pemasukan keuangan bisa tercapai sesuai dengan
yang sudah ditetapkan atau di targetkan dari waktu ke waktu secara
kerkesinambungan, dan keberhasilan suatu Hotel untuk memperoleh keuntungan bagi
pemilik Hotel dan menyejahterakan karyawannya bisa terlaksanan.
9.3.Organisasi Pemasaran & Penjualan
Ditingkat properti, ada 3 posisi kunci manajemen yang berperan penting dalam
bidang pemasaran dan penjualan yaitu :
1. General Manager (Manajer Umum), yang bertugas untuk :
a. Mengarahkan usaha-usaha penjualan; seorang General
Manager seharusnya terlibat secara langsung dalam pembuatan marketing plan
(perencanaan pemasaran) dan selalu bertanggung jawab atas pendelegasian
tugas-tugasunatuk memastikan bahwa target penjualan yang telah ditetapkan dapat
tercapai.
b. Mengembangkan kemampuan petugas penjualan; General
Manager harus dapat mendorong petugas penjualan untuk produktif secara maksimal
dengan menunjukan ketertarikan dalam pengembangan kemampuan petugas penjualan
dan seluruh program penjualan yang telah dirancang.
c. Berpartisipasi dalam usaha-usaha penjualan; Tugas menjual adalah tanggung
jawab seluruh karyawan yang ada di properti hotel tersebut dan seorang General
Manager dapat membantu petugas penjualan untuk menutup sebuah penjualan dengan
ikut berpartisipasi dalam kegiatan penjualan dan mengambil keputusan yang
penting dengansegera.
d. Memberikan dukungan kepada seluruh petugas penjualan; tugas seorang General
Manager untuk memastikan bahwa bagian pemasaran dan penjualan telah mendapatkan
dukungan yang cukup dalam melaksanakan tugas-tugas mereka, seperti:
transportasi, bantuan sekretarial dan bantuan lainnya agar memudahkan petugas
penjualan melakukan kegiatan menjual tanpa adanya gangguan yang dapat
menghambat usaha tersebut.
e. Melakukan evalusai terhadap usaha-usaha penjualan;
Secara aktif terlibat dalam melakukan evaluasi dan menganalisa hasil kerja
masing-masing petugas penjualan, efektivitas para petugas penjualan dan melihat
area bisnis atau pasar mana yang perlu lebih dikembangkan. General Manager juga
bertugas mambandingkan hasil penjualan dengan marketing plan (perencanaan
pemasaran) yang telah dibuat sebelumnya.
2. Director of marketing (direktur pemasaran) atau marketing manager (kepala
bagian pemasaran). Jabatan yang digunakan tergantung dari besar kecilnya
organisasi di operasional properti hotel tersebut, yang tugas-tugasnya dapat
dikategorikan menjadi 5 fungsi : perencanaan (planning), mengorganisir
pekerjaan (organizing), melakukan pendelegasian (delegating), Memberikan
pengarahan (directing), melakukan kontrol (controlling)
Gambar. 9.1. Kategori Tugas Dalam
Organisasi
3. Director of sales (direktur
penjualan) atau sales manager (kepala bagian penjualan). Jabatan yang digunakan
tergantung dari besar kecilnya organisasi bertugas untuk:
a. Melaksanakan strategi pemasaran dan penjualan yang dibuat dalam marketing
plan (perencanaan pemasaran)
b. Memimpin petugas penjualan untuk memotivasi pelanggan untuk melakukan
pembelian yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pembeli serta
menguntungkan perusahaan tersebut.
9.4.Pengertian
Pemasaran dan Penjualan
Selama bertahun-tahun,
pengusaha hotel selalu berfokus dalam penjualan kamar dan fasilitas lainnya,
namun dalam situasi pasar yang makin kompleks saat ini pemasaran menjadi
sesuatu yang lebih penting sehingga banyak properti hotel yang orientasinya bergeser
menuju ke pemasaran untuk meningkatkan kemampuan mengerti dan mengelola
hubungan yang baik dengan tamu atau pelanggan.Apa perbedaan antara Pemasaran
dan Penjualan? Pemasaran berhubungan dengan pemilihan target pasar,bunmenstimulasi
permintaan pasar terhadap pelayanan dan produk dari properti tersebut, termasuk
penjualan dan juga beberapa elemen-elemen lainnya seperti: riset, perencanaan -
pembuatan dan pelaksanaan strategi, advertensi atau iklan, publikasi dan
promosi penjualan. Sedangkan penjualan adalah segala bentuk usaha langsung
untuk menjual produk properti sebuah hotel baik melalui kontak personal, tilpon
ataupun alat koresponden lainnya.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran atau lebih dikenal dengan sebutan marketing mix adalah istilah
yang digunakan untuk menunjukan integrasi beberapa variabel untuk memuaskan
kebutuhan spesifik dari pelanggan. Adalah tugas dari kepala bagian pemasaran
(marketing manager) untuk membuat variabel itu menjadi sebuah bauran pemasaran
(marketing mix) yang mampu memenuhi kebutuhan dari pelanggan yang tergolong
dalam segmentasi pasar (market segment) tertentu yang menjadi target dari
properti hotel tersebut. Bauran pemasaran (marketing mix) yang paling banyak
digunakan dihampir seluruh properti hotel adalah yang lebih dikenal dengan ”4
(four) Ps” yang dicantumkan dalam buku klasik ”Basic Marketing” oleh E.J.
McCarthy.
Secara konseptual, bauran pemasaran (marketing mix) dapat
dilihat sebagai :
1. Mengembangkan sebuah bauran produk-jasa (product-service), berdasarkan kebutuhan dan keinginan dari masing-masing target market yang dituju
2. Menentukan saluran atau cara yang paling tepat (place distribution) untuk
mencapai masing-masing target market tersebut
3. Menentukan strategi promosi dan komunikasi (promotion communication), kemudian
menyampaikan informasi mengenai produk-jasa properti hotel kepada pasar
yang dituju
4. Menciptakan sebuah bauran harga (price-rate) yang kompetitif yang dapat
memenuhi kebutuhan konsumen
Gambar 9.5. Bauran
Pemasaran
Product-service, bauran produk-jasa ini adalah yang terutama karena tanpa produk-jasa maka properti hotel tidak mempunyai apapun untuk di distribusikan, dipromosikan atau diberi harga. industri jasa menawarkan produk seperti kamar tamu, ruang pertemuan dan pesta, makanan & minuman dan pelayanan lainnya seperti parkir, tata-graha dan express check-in/check-out. Produk-Jasa ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan tamu. Sebuah properti hotel haruslah menawarkan produk berdasarkan riset mengenai siapa tamu mereka dan keuntungan apa yang mereka cari. Perlu diingat bahwa sebuah properti hotel mempunyai lebih dari 1 segmentasi pasar yang harus dilayani, yang masing-masing mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda beda. Place-distribution. Bauran ini berhubungan dengan kemampuan produk-jasa yang dihasilkan untuk diakses oleh konsumen. Untuk industribarang, produser menggunakan saluran distribusi untuk mengirimkan produk-barang mereka kepada konsumen. Namun dalam dunia industrijasa, saluran distribusinya sangat jauh berbeda: dimana bukan produk barangnya yang dikirim menuju konsumen, namun yang terjadi adalah: konsumennya yang mendatangi produk-jasanya. Dalam dunia industri jasa, dikenal perantara pasar yang berbentuk biro perjalanan (Travel Agents), Tour Operators ataupun representative dari hotel langsung. Promotion-communication. Adalah tugas utama dari seorang Direktur Pemasaran untuk meramu sebuah bauran promosi-komunikasi yang paling efektif. Promosi adalah cara dari sebuah properti hotel atau restoran untuk berkomunikasi dengan target pasarnya dan dapatmelibatkan iklan dan teknik penjualan langsung (direct sales techniques). Komunikasi berbeda dengan promosi, promosi mengandung sesuatu yang mempengaruhi sedangkan komunikasi adalah pertukaran dua arah dengan mencari tahu apa yang konsumen inginkan dan butuhkan. Price-rate. Apabila seorang tamu yang potential tidak dapat menerima atau menolak sebuah properti hotel dengan pelayanannya disebabkan oleh karena harga yang tidak sesuai, maka sia-sialah seluruh usaha pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Karena itu penentuan harga adalah sesuatu yang sangat penting dan krusial. Konsumen sangat terpengaruh oleh penentuan harga Seluruh variable yang terdapat didalam ”4 Ps” disebut dengan variabel yang dapat dikontrol (controllable variables) dan sangat penting untuk ditekankan bahwa sebuah keputusan yang berhubungan dengan salah satu variabel yang dapat dikontrol (controllable variables) didalam bauran pemasaran tersebut seringkali saling berpengaruh satu sama lain. Namun perlu disadari bahwa ada juga variabel yang tidak dapat dikontrol (uncrollable variables) seperti krisis enerji, bencana alam dan kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap pariwisata pada umumnya
Information Technology
Bagian IT adalah bagian yang mengendalikan sistem
komputer yang dipakai oleh sebuah hotel, sehingga terjadi efisiensi dan
efektivitas dalam pekerjaan pengelolaan.
Program komputer yang saat ini populer:
Fidelio-Micros (Shangri-La Hotel, Le-Grandeur Hotel,
Mulia Hotel, Grand Melia Hotel, REDTOP Hotel, Nikko Hotel, Peninsula Hotel,
Santika Hotels Group, Prime Plaza Hotels Group,)
Realta (The Sultan Group, Grand Mahakan Hotel)
Mayoh (Alila Hotel).
Maxial (Hyatt Group)
Visual 1/Epitome (Ciputra Hotel Group).
Galaxy (Sheraton Hotels Group).
CLS-Computer Lodging System (Sari Pan Pacific Hotel,
Sahid Hotels Group, dll.).
1. Sistem Komputerisasi
Kantor Depan (Front Office)
untuk membuat:
Guest-profile,
Reservation,
transaksi tamu (Billing-system),
nota tagihan (Guest-folio),
pembayaran tamu (Billing-settlement),
daftar tamu (Guest In-House List),
daftar tamu yang datang (Expected Arrival
List),
status kamar (Room-status),
prosedur
Check-in & Check-out,
daftar tamu yang kurang bayar
(Overdue-list),
proses kasir (Cashiering),
laporan akhir giliran kerja (End
Shift report),
perkiraan tingkat hunian (Occupancy Forecast).
2. Sistem Komputerisasi PABX (Jaringan Telepon)
untuk mencatat pemakaian telepon oleh tamu dan seluruh
bagian operasional di hotel, secara interface dapat mencetak biaya pemakaian
telepon ke dalam folio tamu.
3. Sistem Komputerisasi Kantor
Belakang (Back Office)
mencatat transaksi keuangan di seluruh bagian sistem
akuntansi di bagian akunting seperti bagian:
audit pendapatan (Income Audit),
pembayaran (Account Payable),
penerimaan uang (Account Receivable),
penerimaan barang (Receiving),
pengendali biaya (Cost Control), dan
Kepala Kasir (General Cashier).
Engineering Department
Berfungsi sangat penting, seperti pengawasan
operasional, pengendalian keamanannya, pemeliharaan dan perbaikan seluruh
peralatan penunjang operasional hotel.
Contohnya:
-
Generator-set, - Capasitor Bank, - Water Boiler,
-
Chiller, - air PAM atau sumber tanah (Deep-well),
-
Laundry & Dry Clean Machines, Steam boiler,
-
Salamander, Oven, Grill, Steam, dsb.
Pemeliharaan dan perawatan gedung hotel beserta
isinya: Exterior, Interior, Furniture, Electrical system, Plumbing system,
Sewages Treatment Plan/STP, Swimming-pool water treatment.
Bagian teknik juga menjadi
pemrakarsa 2 unit pekerjaan.
a. Brigade Pemadam Kebakaran (Fire
Brigade).
b. Panitia Pembentukan Keamanan
dan Keselamatan Kerja (P2K3).
Bab III
Minor Operating
Department ( MOD )
Market driven
(dikendalikan oleh pasar) = pelanggan sangat menentukan jalannya dunia usaha perhotelan.
Sebelumnya masyarakat
mengartikan bahwa hotel identik dengan penginapan yang memiliki banyak kamar
tidur dan dilengkapi restoran.
Saat kini semua kebutuhan
para tamu/pelanggannya harus bisa dipenuhi di hotel tersebut, sehingga tidak
perlu lagi meninggalkan hotel untuk mencari kebutuhan lainnya selama mereka
menginap di suatu hotel.
Adapun bagian atau sarana
dan prasarana penunjang inilah yang kita kenal dengan Minor Operating
Department (MOD):
- business center, meeting room, banquet room, swimming
pool, fitness center, salon dan SPA.
Menyediakan pelayanan
sekretaris; membuat
Business center attendant harus siap dengan
data-data informasi lengkap yang dibutuhkan oleh tamu hotel.
Business center beroperasi
sebagai berikut.
Senin–Sabtu : 07.00 WIB
s/d 23.00 WIB
Minggu dan hari
libur : 10.00 WIB s/d 18.00 WIB
Persyaratan dasar Business
wanita dan atau pria,
minimal 18 tahun, 160 cm, kepribadian khusus
keahlian/ketrampilan:
Komputer, Bahasa Inggris atau bahasa asing aktif, Kesekretariatan
Pelayanan akan dikenakan
biaya sesuai dengan fasilitas yang digunakan, kecuali fasilitas perpustakaan.
Formulir yang digunakan
untuk memposting tagihan yang berasal dari pusat bisnis adalah business center form.
Sport
Center & Swimming Pool
Di samping sebagai
fasilitas olah raga (sport center), kolam renang adalah salah satu fasilitas
rekreasi yang ada di hotel.
Fasilitas kolam renang
diberikan secara cuma-cuma bagi tamu yang menginap di hotel dan dapat digunakan
oleh tamu umum anggota dari sport
center club, termasuk fitness center, tenis court, jogging track, golf
dll.
Besarnya biaya tergantung
dari kebijakan hotel untuk keanggotaan bulanan ataupun tahunan.
Pemeliharaan utama terhadap
kolam renang di hotel menjadi tanggung jawab departemen engineering. Departemen housekeeping hanya mengerjakan tugas-tugas
khusus.
Fitness center beroperasi pada pukul 7 pagi sampai dengan pukul 9
malam. Beberapa fitness center tidak dikelola oleh hotel, tetapi
dikelola oleh pihak lain di luar hotel.
Salon & Spa
Salon dan spa umumnya
disewakan kepada pihak lain. Namun pada hotel resort dikelola oleh hotel itu
sendiri.
Fasilitas
salon dan spa tidak diberikan gratis (noncompliment)
Pelayanan yang tersedia
antara lain:
make up & hair
do, exotic body treatment, aroma massage, facial, hair care dan head spa,
waxing dan bridal.
Jam
operasional spa Senin–Sabtu : 09.00 WIB
s/d 24.00 WIB
Minggu dan libur : 10.00 WIB s/d 24.00 WIB
Selain jam-jam seperti di
atas, biasanya dilayani untuk jam di luar itu dengan cara membuat janji
sebelumnya.
Karena spa ini sedang booming
sehingga banyak hotel membuat sistem keanggotaan dengan biaya keanggotaan
secara tahunan (yearly membership enrollment).
Arcades adalah ruangan-ruangan yang diperuntukan bagi toko-toko atau
kantor-kantor perwakilan dan sejenisnya yang sudah disiapkan oleh suatu hotel.
Ruangan tersebut disewakan
kepada pihak ketiga dengan tujuan utama adalah untuk melengkapi sarana dan
prasarana hotel.
Lokasi arcades adalah
berdekatan dengan lobby di dalam suatu hotel sehingga mudah bagi para tamu
hotel untuk mengaksesnya.
Arcades melayani jasa-jasa
pelayanan sebagai berikut:
Perwakilan airlines, Travel agents/biro perjalanan, Transportation
rental, Souvenir shop, Money changer, Beauty salon, Tailor, ATM atau
Bank, Bookstore, Wedding atau event organizers
Jam
operasional arcades
Senin–Sabtu
: 09.00 WIB s/d 20.00 WIB
Minggu dan hari
libur : 10. 00 WIB s/d 18.00 WIB
Florist & Parcel
Pada umumnya hotel-hotel
berbintang saat ini menyediakan pelayanan florist dan parcel (toko
bunga dan kado).
Untuk hotel berbintang 4
dan 5 di kota-kota besar biasanya menyediakan jasa pelayanan florist dan
parcel sendiri.
Untuk hotel-hotel bintang
3 dan 4 yang
belum siap untuk hal itu biasanya mengadakan kerja sama dengan pihak ketiga
yang sudah ahli di bidangnya.
Untuk toko bunga
menyediakan beraneka ragam rangkaian sesuai kebutuhan pelanggannya bisa untuk
ungkapan suka cita maupun duka cita.
Persyaratan dasar untuk menjadi florist
attendant dan parcel attendant:
a. Jenis
kelamin/gender : pria dan wanita
b. Usia: minimal 18 tahun
c. Tinggi badan: minimal
160 cm untuk wanita minimal 165 cm untuk pria
d. Keahlian/ketrampilan:
– Merangkai bunga, membungkus kado, dan berjiwa seni
Jam operasional florist
dan parcel shop
Senin–Sabtu: 09.00 WIB s/d 23.00 WIB
Minggu dan hari libur : 12.00 WIB s/d 19.00 WIB
Drugstore
Hampir semua hotel
berbintang di
Barang-barang konsinyasi
adalah barang milik pihak ketiga yang dititipkan di hotel untuk dijual.
Pihak hotel akan mengatur
letak barang-barang tersebut dan menjualnya dengan baik di drugstore dengan
menentukan harga jual yang telah disepakati dengan pemilik barang sehingga
hotel akan mendapatkan keuntungan.
Drug store lazimnya
menyediakan:
a)
barang-barang keperluan fotografi,
b) barang-barang
keperluan kesehatan,
c)
peta tujuan wisata dan wilayah, buku wisata, sejarah, dan sosial budaya,
d)
koran, tabloid, majalah lokal, dan internasional,
e) postcard
dan cindera mata lainnya, ballpoint dan notebook,
f)
pulsa-pulsa handphone pra bayar,
g) rokok,
cerutu, dan korek api, serta keperluan sehari-hari lainnya.
Bab IV
In House Clinic &
Dokter On Call
1. In house clinic
Siap dengan paramedis selama 24 jam sehari sepanjang tahun.
antisipasi atas segala hal
yang menyangkut pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan atau gangguan
kesehatan atas tamu maupun karyawan yang sedang bekerja.
2. Tersedia jam-jam praktik
dokter
Setiap
harinya selama 2-3 jam yang dibagi dokter praktek pagi dan sore.
tidak
saja melayani tamu dan karyawan, juga keluarga karyawan yang memerlukan
pengobatan tingkat pertama.
3. Doctor on call
di
luar jam praktik dokter, hotel menjalin hubungan dengan rumah sakit, klinik
atau dokter secara perseorangan untuk menyiapkan doctor on call.
Setiap saat ada keperluan mendesak
dan darurat (emergency) doctor on call segera datang ke hotel.
In House Clinic &
Dokter On Call
Namun, jika terjadi
keadaan darurat pada tamu maupun karyawan, secara otomatis paramedis yang
bertugas di in house clinic dibantu bagian security atau duty manager
sesegera mungkin membawa tamu atau karyawan yang dalam keadaan darurat (emergency)
tersebut diantar kerumah sakit yang terdekat dengan hotel.
Adapun sebagai berikut
Diare
yang serius,
Muntah-muntah,
Demam dan panas tinggi
disertai kejang
Pendarahan,
atau Asma akut
BALAI PUSTAKA :
Mr Ayat Taufik Arevin drs
MSi
Mr harro istan reference Manual
Hyatt international Hotel & Hospitality American
Institute Tourism &
Hotel Bandung
Prof
Denny G. Ritherford dari Washington State University
Hotel
management and operation
Agus Sulistiono Hotel
Management









No comments:
Post a Comment